Friday, December 2, 2016

,

Visi dan Misi GSM





VISI 

Menjadi gerakan yang mensinergisasi gerakan-gerakan sosial-pendidikan untuk ikut serta menyelesaikan masalah pendidikan di Sumatera Utara

MISI 


  1. Menciptakan dampak yang berkelanjutan dari kehadiran relawan pengajar di desa dan kabupaten penempatan.
  2. Membagun jejaring pemimpin masa depan yang memiliki kompetensi global dan pemahaman akar rumput.
  3. Membagun gerakan sosial pendidikan di Indonesia.


Indikator keberhasilan

  1. Terciptanya desa model pendidikan dalam upaya Social Development dan sekolah sebagai basisnya ( based on school).
  2. Terbentuknya penggerak-penggerak pendidik baru yang memiliki kompetensi global dan pemahaman akar rumput.
  3. Menjadi institusi yang mensinergisasikan gerakan-gerakan pendidikan dalam upaya penyelesaian problematika pendidikan di Sumatera Utara


Continue reading Visi dan Misi GSM
,

Jangan Tunggu TUA

Hajimemashite ! Perkenalkan



Nama saya adalah Dimas Nugroho P.W. teman-teman sering manggil saya dengan sebutan Dimas. Saya lahir di Kota Tebing Tinggi, 12 November 1994. Saya anak pertama dari 3 Bersaudara. Ayah saya bernama Warcipto S.E dan ibui saya bernama Sri Kristianingsih. Ayah sekarang bekerja sebagai wiraswasta dan ibu saya bekerja sebagai ibu rumah tangga. Saat ini saya tinggal di kota medan tepatnya di jalan puri gg buntu.

Pada tahun 2000 saya memulai pendidikan di jenjang sekolah dasar (SD). Saat itu saya bersekolah di SD N 163080 Tebing Tinggi. Selama enam tahun saya berangkat sekolah ke tempat tersebut dengan jalan kaki. Saya selesai selama 6 tahun tepatnya tahun 2006 dari jenjang sekolah dasar (SD) dan mendapatkan ijazah. Setelah tamat sekolah dasar (SD) saya melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya yaitu sekolah menengah pertama (SMP). Saya bersekolah di SMP N 9 Tebing Tinggi. Di SMP N 9 inilah saya menimba ilmu selama 3 tahun lamanya. Seiring waktu berlalu selama 3 tahun saya menyelesaikan pendidikan pada tahun 2006-2009 dan saya mendapatkan ijazah SMP. Kemudian dilanjutkan ke jenjang berikutnya yaitu sekolah menengah keatas (SMA). Saya melanjutkan di sekolah SMA N 1 Tebing Tinggi. SMA N 1 inilah menjadi sekolah terfavorite di Tebing tinggi pada saat itu sampai sekerang. Selama 3 tahun saya memperoleh ilmu yang sangat bermanfaat dari guru-guru yang hebat dan akhirnya saya menamatkan SMA selama 3 Tahun. Pendidikan saya tidak hanya sampai SMA. Saya melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi yaitu Perguruan Tinggi (PT). Perguruan Tinggi Negeri adalah perguruan yang diinginkan oleh smeua orang. Dan untuk masuk perguruan tinggi negeri (PTN) tidaklah mudah perlu seleksi yang diikuti oleh ribuan manusia. Alhamdulilah, saya masuk PTN yang ada di Sumatera Utara yaitu UNIMED dengan jurusan Kimia dengan prodi Pendidikan Kimia S1.

Selama kuliah saya tidak hanya datang ke kampus, duduk cantik dengarin dosen berceramah lebar kali panjang kali tinggi hehehe dan sehabis selesai kuliah langsung pulang. Karena saya bukanlah manusia jelangkung hehe. Dalam waktu kosong selama kuliah saya mengisi waktu dengan mengikuti organisasi yang ada di kampus. Organisasi yang pernah saya ikuti yaitu Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Ar Rahman, Lembaga Penalaran dan Penelitian Ilmiah Mahasiswa (LP2IM) dan Forum Silaturahmi Jurusan Kimia (FORSIMKA). Saya masih tetap saja kurang untuk mengisi waktu kosong. Kemudian saya mengisi waktu kosong dengan mengikuti kegiatan-kegiatan yang diluar kampus. Kegiatan pegabdian yang menjadi pilihan saya. Kegiatan pengabdian yang pernah saya ikuti seperti Relawan mengajar, pengabdian terhadap masayarakat. 

Tepatnya pada tanggal 08 sd 10 April 2016 saya dan para relawan lain mengisi kegiatan PERHUMAS mengajar dan pengabdian di desa telaga tujuh kecamatan labuhan deli kabupaten deli serdang. Kegiatan ini diisi selama 3 hari. Kegiatan berupa mengajar anak SD, penanaman bibit, mendekorasi sekolah, sunat missal, pengobatan gratis, dan nonton bareng dengan masyarakat. Pada tanggal 01 Mei 2016 hari sebelum hari pendidikan Nasional. Saya mengisi kegiatan “Ki Hajar Dewantara” Indonesia Mengasuh. Kegiatan berupa seharian bermain dengan anak-anak. Pada tanggal 8 sd 10 Mei 2016 saya mengikuti kegiatan volunteer “1000 guru medan”. Kegiatan ini tepatnya di Relokasi Gunung Sinabung Siosar kabupaten karo. Kegiatan berupa mengajar anak SD, donasi dan travelling. Pada tanggal 08 sd 19 Juni 2016 saya mengikuti kegiatan “Gerakan Sumut Mengajar” selama 12 hari di desa Lingga kecamatan Simpang Empat kabupaten Karo. Kegiatan berupa pengabdian terhadap masyarakat, mengenal budaya karo dan mengajar anak SD.

Pertanyaan : Mengapa saya suka dengan kegiatan pengabdian ini ?
Jawaban simpel : untuk berbuat baik tidak harus menunggu tua tidak ada yang tau maut kapan akan menjemput. Berbagi dan Jadilah Bermanfaat bagi orang lain. 
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting tiap kehidupan manusia. Karena pendidikan yang maju merupakan awal mencapai kesuksesan dunia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk karakter kepribadian tiap manusia. Namun, pendidikan yang ada di Indonesia masih sangat kurang jauh dengan pendidikan yang ada di luar neger bahkan kalah jauh dengan tetangga sebelah seperti Malaysia. Tidak perlu dilihat ibukota Indonesia yaitu Jakarta. Di provinsi Sumatera Utara saja masih kurang akan pendidikan terutama yang berada dalam daerah pelosok atau yang tidak terjangkau oleh pemerintah. Nah, dari situlah saya bertujuan untuk membagikan apa yang saya punya kepada adik-adik yang masih masih kurang akan pendidikannya.

Dari kegiatan inilah saya mulai berani untuk mengambil keputusan akan cita-cita saya ke depannya yaitu ingin menjadi seorang Dosen. Cita-cita saya tidak lah terlalu tinggi namun berjasa. Memang pekerjaan yang paling mulia itu adalah guru. Namun, untuk membentuk suatu kepribadian guru adalah jasa seorang dosen. Saya ingin menjadi seorang dosen karena ingin menjadi seorang pendidik yang bakal mengajar para mahasiswa. Para mahasiswa yang nantinya bakal menjadi seorang Guru yang bermanfaat bagi Nusa dan Bangsa.


Keinginan ke depannya berharap Pendidikan yang ada di Indonesia semakin maju dan bisa mengalahkan pendidikan yang ada di luar negeri. Saya ingin menyampaikan “Bermimpilah wahai para generasi muda karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu”
Continue reading Jangan Tunggu TUA
,

Hidupmu Bukan Untuk Santai Bro

 Yuhuuuuu

Dian adalah sebutan namaku sehari-hari. Saya seorang mahasiswa USU. saya diamanahkan di GSM sebagai Pilot Project. Saya akan bercerita sedikit tentang pengalaman saya ya :)


Cita-cita saya di tahun 2030 ingin menjadi Gubernur Aceh. Alasan saya ,karena banyak permasalahan di Aceh. Masalah terbesar+ adalah kemiskinan dan krisis sumber daya manusia yang tidak berkualiatas. Padahal Aceh memiliki potensi besar untuk menjadi daerah yang maju dan mandiri. Hal ini bisa dilihat dari kemampuan Aceh untuk membangun kembali Meulaboh dan Banda Aceh dengan waktu yang singkat dari keterpurukannya akibat bencana tsunami yang melanda Aceh tepatnya tahun 2004 silam. Untuk mengentaskan kemiskinan dan menciptakan sumber daya manusia yang  berkualitas saya akan mencanangkan program pendidikan yang berfokus pada ”Peningkatan kualitas tenaga pengajar dan progaram wajib belajar sampai sarjana". Dengan progaram tersebut maka saya yakin kesejahteraan rakyat Aceh akan menjadi lebih baik lagi karena dengan pendidikan masyarakat akan lebih bermartabat.


Saat ini saya sedang menempuh pendidikan sarjana di Universitas Sumatera Utara dengan mengambil jurusan Sastra Daerah berfokus dibidang Linguistik. sebgai mahasiswa saya aktif dalam berbagai organisasi di kampus.hal ini saya lakukan untuk mengembangkan ilmu yang saya miliki agar bermanfaat bagi orang-orang yang ada disekitar saya. Bergabung dengan organisasi ”Sahabat Beasisiwa Untuk Negeri” sebagai relawan serta kordinator kaderisasi dan pengembangan karakter. Selain melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah dalam mensosialisasikan berbagai program beasisiwa yang bertujuan agar para pelajar mampu melanjutkan pendidikan keperguuan tinggi walaupun terkendala di masalah finansial, kami juga mengadakan Science Competition yang dihadiri oleh sluruh pelajar yang ada di Sumatera. 

Saya juga aktif sebagai “penyiar radio” di USU kom untuk melatih kemampuan saya di public speaking. Penyiar menjadi salah satu pilihan saya begitu pula dalam bidang spiritual. Saya bergabung bersama Partai Hizbuth Tahrir Indonesia bergerak dibidang “Tim Kontak Mahali” yang bertugas langsung untuk mendakwahkan islam kepada para tokoh, seperti para dosen dan kaum intelektual. Dengan berbagai organisasi yang diikuti , saya juga aktif dalam melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat setiap tahunnya.

Untuk mewujudkan cita-cita saya sebagai gubernur Aceh maka masih banyak potensi diri yang harus saya gali. Untuk melanjutkan pendidikan  yang lebih tinggi lagi sangatlah penting namun disamping itu saya harus mempunyai jaringan yang sangat luas. Hal ini saya tempuh dengan mengikuti berbagai organisasi ,berperan langsung sebagai pemimpn dalam setiap kegiatan serta mengikuti acara-acara penting yang berkaitan dengan kepemimpinan dan pendidikan.


Target yang saya tempuh untuk 7 tahun kedepan, 2017 lulus S1 dari universitas sumatera utara, 2019 lulus s2 . Setelah lulus S2 saya akan bekerja di instansi-instansi pemerintahan didaerah Aceh. Untuk mempertajam kemampuan saya maka tahun 2021 saya akan melanjutkan S3. Disamping itu  untuk membangun jaringan dengan masyarakat Aceh, maka setelah meluluskan masa belajar ,saya akan kembali kekampung halaman saya di Aceh.


Besar harapan saya untuk menjadi bagian dari “inspirator indonesia” ,untuk meningkatkan keterampilan ,pengalaman, dan menambah jaringan  dengan bertemu pemimpin-pemimpin muda yang menginspirasi  indonesia , sehingga akan membantu saya dalam mewujudkan cita-cita. dan dengan pengetahuan saya dibidang pendidikan berdasarkan pengalaman yang saya miliki, maka “divisi pendidikan “menjadi pilihan saya untuk bergabung bersama “inspirator indonesia”. besar keyakinan saya untuk bisa berkontribusi dengan baik setelah bergabung dengan”Inspirator Indonesia”karena sesuai dengan tujuan dan cita-cita saya dimasa depan sehingga saya akan lebih mudah bekerja bersama tim untuk mewujudkan satu visi dan misi.

Baiklah semoga bermanfaat ya


Continue reading Hidupmu Bukan Untuk Santai Bro

Thursday, December 1, 2016

,

Pengabdianku Untuk Bunga Baru

Assalamu'alaikum 
Yappp ,,,, teman-teman sering memanggilku dengan sebutan Agi . Saya seorang Mahasiswa di USU tepatnya Fakultas Kesehatan Masyarakat tahun 2013. Beberapa Bulan yang lalu, tepatnya pada bulan Ramadhan saya berbagi pengalaman dengan daerah yang rawan dengan Letusan Gunung Berapi . Langsung saja ya ceritanya  :)

Pengabdianku Untuk Bunga Baru
Agi Nurhayati



Desa Bunga Baru adalah salah satu desa yang berada di kecamatan Tiga Binanga yang terletak cukup jauh dari pusat kota Tiga Binanga. Desa Bunga Baru merupakan salah satu desa yang cukup luas, namun hanya saja lokasinya yang sangat terpencil dan harus menggunakan kendaraan untuk mengitarinya. 

Rumah penduduk di desa ini bisa dikatakan tidak terlalu banyak dan juga berjarak cukup jauh antara yang satu dengan yang lainnya. Selain itu rumah juga banyak yang berada di tengah tengah kebun mereka.

 Bila dilihat mengenai kondisi penduduk, di desa ini mayoritas umat kristiani. Umat muslimnya hanya terdapat sekitar 40 Kepala Keluarga. Walaupun jarak satu rumah dengan yang lain cukup jauh tidak menyurutkan nilai toleransi mereka. Mereka tetap mengenal warga satu desanya walaupun berjarak hampir kira-kira lima kilometer lagi menuju kampung yang benar-benar menjadi pusat aktivitas masyarakat. 

Di kampung terdapat beberapa fasilitas yang sebenarnya belum dikatakan layak bagi masyarakat dan sangat membutuhkan banyak perhatian.Puskesmas Pembantu ada hanya saja tenaga kesehatan tidak ada. Hanya terdapat seorang bidan yang itupun bekerja bagi ibu-ibu yang ingin imunisasikan anaknya. 

Mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani. Hampir satu harian aktivitas mereka berada di ladang. Tidak hanya mengerjakan ladang milik mereka sendiri, ada juga yang bekerja untuk ladang milik orang lain. Yang seperti itu biasanya dilakukan para remajaremaja yang orang tuanya tidak punya ladang dan ingin menghasilkan uang jajan sendiri. 

Banyak jenis tanaman yang mereka tanam, jagung, padi, coklat, kelapa, dan banyak yang lainnya. Dibalik kondisi itu semua, pada intinya warga di desa ini memiliki jiwa kekeluargaan yang sangat tinggi, serta ramah kepada siapapun. 

Berbicara soal pendidikan, di desa Bunga Baru sendiri terdapat sebuah bangunan sekolah dasar yang kebanyakan diisi anak-anak dari desa tersebut. Namun sayangnya semangat anak-anak ingin menuntut ilmu di sekolah ini tidak dilengkapi dengan fasilitasfasilitas sekolah lengkap yang seharusnya mereka dapatkan. Disekolah ini sangat minim sarana dan prasarana , terkhusunya yang paling meprihatinkan adalah tenaga pengajar. Hanya terdapat enam tenaga pengajar disana itupun tiga diantaranya adalah guru honorer. Sungguh sangat memprihatinkan. 

 Guru agama islam dan lainnya pun tidak ada. Pendidikan sekolah dasar yang seharusnya gratis, di tempat ini orang tua siswa harus membayar sebesar 10.000 per bulan guna membayar gaji guru honorer yang ada. Di situasi lingkungan yang seperti ini ditambah sarana pendidikan yang minim, bagaimana bisa anak-anak disana yang sangat memiliki semangat juang dan cita-cita yang tinggi dapat meraih semuanya. Maka desa ini sangatlah perlu banyak pembenahan dalam banyak hal terkhususnya dibidang pendidikan dan kesehatan.

 Adapun berdasarkan kondisi itu, saya sebagai salah satu relawan pengajar muda Gerakan Sumut Mengajar merasa sangat tergerak untuk bisa membantu mereka yang memang sangat butuh bantuan. Saya bersama kedua teman satu kelompok saya dan satu perjuangan saya bekerja secara kompak dan ikhlas membantu mereka. 

Hal pertama yang paling berkesan yang kami lakukan di desa adalah sebagai founding fathers sekaligus fasilitator dalam pembentukan serta pelantikan Pengurus Remaja Masjid. Pada dasarnya kami berpiikir bahwa desa mereka dan mereka lah yang sepatutnya mengembangkannya,dan kita sebagai pendatang hanya memberdayakan mereka. Dengan terbentuknya forum remaja masjid maka akan ditemukan para remaja desa yang mau dan mampu berpikir untuk desa mereka. 

Selama beberapa hari disana kami juga datang ke sekolah anak-anak yang sangat butuh banyak tenaga pengajar dan penambahan fasilitas untuk menunjang keberlangsungan proses pembelajaran. Di sekolah tampak kobaran semangat yang sangat merah membara di mata mereka bahwa mereka ingin sukses dan kuliah seperti anak-anak pada umumnya. Kami datang dengan sejuta kata motivasi dan penyemangat, hingga satu hari di sekolah terasa sangat besar efeknya. 

Melihat kondisi kesehatan ibu dan balita disana juga bisa dikatakan kurang baik maka saya sebagai salah satu mahasiswa kesehatan masyarakat tergerak untuk memberikan mereka penyuluhan dan sedikit ilmu yang saya dapatkan di bangku kuliah saya saat ini. Saya merasa sangat bahagia dan bangga bisa menjadi salah satu relawa di desa Bunga Baru, desa yang didalmnya banyak orangorang yang sangat mengahrgai satu sama lain. Menghormati dan melayani siapapun termasuk kami yang datang ke desanya dengan sebaikbaiknya.

 Hingga saat ini saya merasa mendapat dua keluarga baru untuk pengabdian yang terbaik yang pernah saya lakukan seumur hidup saya. Keluarga Sumut Mengajar dan Kelaurga di desa Bunga Baru. Saya merasa bakti ini sangat positif dan baik sekali. Semoga semua pengalaman yang saya dapatkan selama menjadi relawan pada Gerakan Sumut Menagajar ini bisa menjadi bekal untuk saya dan kehidupan saya kedepannya. Dan juga saya sangat berharap agar Gerakan Sumut Mengajar selalu berlanjut dan bisa menjadi salah satu pelopor gerakan gerakan lainnya yang baik bagi negeri


Continue reading Pengabdianku Untuk Bunga Baru